Rabu, 22 Juni 2011

PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

MASA MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

Sejarah telah mencatat semua agama baik agama samawi atau agama ardhi disiarkan dan dikembangkan oleh para pembawanyayang disebut utusan Tuhan atau para pengikutnya. Mereka memiliki keyakinan untuk menyampaikan kebenaran dari Tuhan kepada umat manusia untuk menjadi pedoman hidup.

Diantara agama-agama besar di dunia adalah Yahudi, Naasrani, Islam Hindu, Budha, tetapi yang paling banyak dan adalah agama Nasrani, dan Islam. Hal tersebut berhubungan dengan penyiaran agama oeh pemeluknya.

Usaha penyiaran agama tentu banyak rintangan dan tantanga, hambatan, gangguan bahkan ancaman yang berat. Itulah akibatnya ada penyiaran agama yang lancar dan tidak lancer ddan mengalami kemacetan walau tidak secara total.menurut L. storddard dalam bukunya yang berjudul “Dunia Baru Islam”(The New World of Islam) pengembangan dan penyiaran agmaIslam termasuk paling dinamis dan cepat disbanding agama lain. Selama lebih kurang 23 tahun islam sudah berkuasa di Jazirah Arab termasuk telah tersebar ke pelosok dunia. Factor yang menyebabkan islam cepat berkembang dalam penyiaran agama islam adalah:

a. Faktor ajaran islam itu sendiri. Baik bidang akidah,dan akhlaknya mudah dimengerti, sehingga masyarakat mudah untuk menerimanya, dan alas an lainnya islam tidak memberikan perbedaan di antara kita, karena kita semua saudara.

b. Faktor tempat kelahiran islam yaitu Jazirah Arab yang sangat strategis yaitu di tengah persimpangan Benua Afrika, Eropa, Asia bagian Utara dan Timur. Dan jazirah arab telah dikenal memiliki kebudayaan yang maju. Arabia itu disebut Jazirah karena langsung dikelilingi oleh perairan. Sehingga hungan Arab dengan dunia luar dapat ditemuh melalui jalan laut dan darat. Arab merupakan daerah padang pasir dan gunung-gunung batu yang tandus sehingga menghendaki penduduknya berdagang. Bersamaan perdangan orang arab ter sebutlah agama islam ikut tersiar. Dan iklim Arab yang kadang panas dan dingin sehingga apabila mereka pergi keluar daerahnya untuk berdagang dan menyebarkan islam mereka tidak lagi mengalami kesulitan menghadapi perubahan cuaca di daerah luar Arab.

Masuk dan berkembangnya islam ke Indonesia menimbulkan factor- factor yang menyebabkan mudahnys Indonesia dikenal bangsa-bangsa lain.

a. Factor geografisnya yang strategis. Indonesia berada dipersimangan jalan raya internasional dari jurusan Timur Tengah ke Tiongkokmelalui lautan dan jalan menuju Benua Amerika, dan Australia.

b. Factor kesuburan tanahnya yang menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup yang dibutuhkan misalnya rempah-rempah.

Oleh karena itu tidsk mengherankan bahwa islam masuk ke Indonesia tidak terlelu jauh dari zaman kelahiran islam itu sendiri, dan tidak tertutup kemungkinan masuknya isalam ke Indonesia ketika masa pemerintahan Usman bin Affan dan ketika itu islam masuk ke Tiongkok sedangkan menuju tiongkok melalui perairan di Indonesia.

Beberapa pendapat tentang pemulaan islam masuk ke Indonesia:bahwa kedatangan islam pertama tidak identik dengan berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia karena islam disiarkan atau dikembangkan oleh para pedagang, bukan misi tentara atau pelarian politik. Lagi pula Indonesia telah memiliki kerajaan Hindu dan Budha. Jadi masa tenggang islam pertama di Indonesia dengan berdirinya Kerajaan islam.

Teori tetang berdakwah tentang orang yang dating dan berdakwah pertama di Indonesia dan abadnya:

1. Teori Persia.Yang datang pertama kali adalah mubaligh dari Persi(Iran), pada pertengahan abad 12 M. alasannya karena Kerjaan islam pertamanbernama Pase(Pasai). Berasal dari Persi ditambah dengan orang islam Indonesia sangat hormat terhadap Habib yaitu keturunan Hasan dan Husen

2. Toori Gujarat. Yang datang pertama kali adalah mubaligh dari India, tanah Gujarat. Alasannya adalah karena ada persamaan nisan dan gelar nama mubaligh.

3. Teori Arab. Masuknya islam di waktu masa khalifah Urrasyidin karena melalui kenyataan bahwa islam sudah masuk ke Tiongkok masa Usman, padahal menuju Tiongkok melalui perairan Indonesia.

Pendapat pertama dan kedua sudah dianggap lemah .thomas W. Arnold dalam bukunya The preasing of Islam mengatakan bahwa pada abad 7 M pantai barat pulau Sumatera telah di di dpati perkampungan orang-orang Arab. Telah dibuktikan pula kuburan orang arab di Baros antara Tapanuli dan Aceh. Adapun Kerajaan Pase di Aceh menurut sarjana Belanda”Moens”, bahwa daerah itu sudah merupakan pusat peniagaan yang ramai antara India dan Tiongkok abad ke 5 M.

Seminar masuknya agama Islam di ondonesia yang di selenggarakan di Medan tahun 1963 mrnyimpulkan bahwa

1) Menurut suber bukti yang terbaru islam pertama kali dating ke Indonesiapada abad ke 7 M/|atau 1 H dibawa pedagang dan para mubaligh arab.

2) Daerah pertama yang dimasuki adalah daerah pantai barat Sumatera yaitu di derah Baros, tempat kelahiran ulama besar bernama Hamzah Fansyuri. Adapun kerajaan islam pertama di Pase.

3) Dalam proses pengislama selanjutnya, orang-orang islam bangsa Indonesia ikut aktif mengambil bagian berperan dan prose situ berjalan damai.

4) Kedatangan islam di Indonesia ikut mencerdaskan rakyat dan pembinaan karakter bangsa.

Jika masuk islam yang pertama di Indonesia itu di tetapkan pada abad 1 H, maka mereka itu dalam pengamalan agamanya beraliran Al Salaf al Shaleh. Pada abad ke 1 H belum dikenal adanya mazhab Maliki, Hanafi, Hambali.

METODE PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  1. Pengertian Metode Pendidikan

Metode merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Greek terdidri dari dua kata yaitu “meta” artinya melalui dan “hodos” yang artinya jalan. Dari dua kata tersebut digabung menjadi metode dalam bahasa Indonesia berarti “ jalan yang dilalui”.[1]

Menurut pendapat Runes sebagaimana dikutip oleh M. Noor Syam secara teknis menerangkan bahwa metode adalah[2]:

  1. suatu prosedur yang dipakai untuk mencapaisuatu tujuan
  2. suatu teknik mengetahui yang dipakai dalam prosedur untuk mencari ilmu pengetahuan dari suatu materi tertentu
  3. suatu ilmu yang merumuskan aturan-aturan dari suatu prosedur-prosedur

Dalam pengertian umum, metode diartikan sebagai cara mengerjakan sesuatu. Cara tersebut mungkin baik mungkin juga tidak, sebab baik dan tidak baiknya suatu metode banyak bergantung pada beberapa factor yaitu berupa situasi, kondisi dan pemakai metode kurang memahami penggunaannya atau tidak sesuai dengan seleranya atau kurang cocok dengan kondisi dari obyek atau pun metode tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai metode.[3]

Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai fungsi ganda yaitu yang bersifat polipragmatis dan monopragmatis.

Metode polipragmatis mengandung kegunaan yang serba ganda, misalnya suatu metode pada situasi dan kondisi tertentu dapat dipergunakan untuk merusak akan tetapi pada suatu situasi dan kondisi lain dapat dipergunakan untuk membangun dan memperbaiki. Kegunaannya tergantung kepada sipemakai atau pada corak dan bentuk serta kemampuan dari metode sebagai alat.

Contohnya:

Flash disk dapat menyimpan data-data atau file yang kita butuhkan untuk menyimpan bahan yang akan diajarkan kepada peserta didik sehingga dapat mendidik peserta didik.

Sebaiknya metode sebagai alat yang bersifat monopragmatis adalah alat yang hanya dapat dipergunakan untuk mencapai suatu macam tujuan saja. Misalnya laboratorium hanya dapat dipergunakan untuk eksperimen-eksperimen bidang ilmu alam, contohnya dalam meneliti seekor binatang dan lain-lain. Tidak hanya dipergunakan untuk eksperimen di bidang lain seperti ilmupolitik, kejiwaan, dan ilmu ekonomi.



[1] M. Arifin, Filsafat Pendidikan, ( Jakarta: bumi Aksara, 1994 ), hal. 97

[2] Samsul Nizal, Filsafat Pendidikan, ( Jakarta: Ciputat Press, 2002 ), hal. 65-66

[3] M. Arifin, Filsafat Pendidikan, ( Jakarta: bumi Aksara, 1994 ), hal. 97-98

PsIkolOgI IsLaM

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DALAM PSIKOLOGI ISLAM

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat proses kematangan dan pengalaman. Perubahannya bersifat kualitatif mengenai suatu proses integrasi dari yang banyak struktur dan fungsi yang kompleks. J.P.Chaplin mengumpulkan empat arti perkembangan,

a. Perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir sampai mati.

b. Pertumbuhan

c. Perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian – bagian jasmaniah ke dalam bagian – bagian fungsional

d. Kedewasaan atau kemunculan dari pola- pola tingkah laku yang tidak dipelajari

Perubahan dalam diri manusia terdiri atas perubahan kualitatif akibat dari perubahan psikis, dan perubahan kuantitatif akibat dari perubahan fisik.Perubahan kualitatif disebut dengan perkembangan,contohnya dari tidak mengetahui menjadi mengetahui , dari kekanak-kanakan menjadi dewasa.

Perubahan kuantitatif disebut dengan pertumbuhan,contohnya bertambahnya tinggi dan berat badan. Persoalan yang menjadi topik bahan psikologi adalah perubahan kualitatif atau perkembangan, sebab hal itu terkait dengan fungsi struktur kejiwaan yang kompleks beserta dinamika prosesnya, meskipun disadari bahwa pertumbuhan fisik sedikit banyak berkolerasi dengan perkembangan psikis.

Tingkat perkembangan adalah satu pembagian masa kehidupan menurut jarak kronologis tertentu, yang berubah – ubah secara tetap.Taraf perkembangan adalah keterampilan,tingkat prestasi, dan kemampuan menyesuaikan diri yang dianggap penting pada usia tertentu bagi penyesuaian diri dengan sukses dari seseorang, yang dipengaruhi oleh kematangan psikis, tekanan kultural dari masyarakat, dan hasrat – hasrat pribadi.

Sedang hukum- hukum perkembangan berkaitan dengan faktor-faktor yang menentukan perkembangan, apakah dari lingkungan, keturunan, atau kedua-duanya .

2. Periodesasi dan tugas-tugas perkembangan

Sigmund Frud dari Psiko analisa membagi perkembangan psikis manusia kepada empat fase :

a. Fase oral ( sumber kesenanangan / kenikmatan diperoleh dari kegiatan-kegiatan mulut)

b. Fase anal ( sumber kesenangan / kenikmatan diperoleh dari rangsangan pada dubur )

c. Fase falik (sumber kesenangan dari perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan berfungsinya organ-organ genital )

d. Fasi genital ( dimanan kesenangan atau kegairahan seksual diperoleh dari rangsangan organ – organ kelamin)

Dalam psikologi islam manusia memiliki struktur ruh yang keberadaannya menjadi esensi manusia. Struktur ruh memiliki alam sendiri yang disebut alam arwah, yang mana alam tersebut ada di luar dan di dalam alam dunia.

Alam ruh ada di alam dunia ada kalanya sebelum kehidupan dunia dan ada kalanya sesudahnya . Oleh sebab itu, kehidupan manusia meliputi tiga alam besar, yaitu alam perjanjian, alam dunia, dan alam akhirat.

Alam perjanjian merupakan alam pra-kehidupan dunia dan menjadi rencana dan memberi motivasi kehidupan manusia di dunia. Pada alam ini struktur biologis manusia belum terbentuk dan satu-satunya struktur yang bereksistensi adalah ruh.Said Husen Naser menyatakan bahwa alam ini berkaitan dengan asrar alast ( rahasia alastu ) yang Allah telah memberikan perjanjian primordial kepada manusia. Sedangkan ikhwan safa menyatakan bahwa alam ini berkaitan dengan ruh di alam perjanjian ( alam misaq ).

Alam dunia yang merupakan alam pelaksanakan atas rencana tuhan yang telah di tetapkan tuhan pada alam primodial. Tugas – tugas perkembangan dalam kehidupan di alam dunia adalah aktualisasi atau realisasi diri terhadap perjanjian tersebut, sehingga kualitas dan integritas kehidupan manusia sangat tergantung sejauh mana ia mampu merealisasikan perjanjian tersebut. Pada alam ini telah terbentuk struktur ruh dan jasad yang disebut struktur Nafsani.

Alam arwah struktur manusia di alam ini memiliki proses graduasi, sebab ia terikat dengan hukum jasmani. Alam ini memiliki periodesasi dengan tugas- tugas perkembangannya. Penentuan periodesasi dalam islam didasarkan atas pemikiran :

a. Bahwa kehiupan dunia merupakan realisasi dari kehidupan alam perjanjian sebagai bekal untuk alam akhirat.

b. Psikologi islam tidak hanya membicarakan periode dan perkembangan secara apa adanya, tetapi juga bagaimana seharusnya.

c. Pengkajian psikologi islam beranjak dari aksiomawahyu melalui metode deduktif bukan dari metode induktif.

Periodesasi dalam Psikologi Islam

1. Periode Prakonsepsi

Yaitu, periode perkembangan masa manusia sebelum masa pembuahan sperma dan ovum.

2. Periode Pranatal

Yaitu periode perkembangan manusia yang dinilai dari pembuahan sperma dan ovum samapai kelahiran.periode ini dibagi empat fase :

a. Fase nuthfah (zigot )

b. Fase ‘alaqah (embrio )

c. Fase mughghah (janin )

d. Fase peniupan roh ke dalam janin

3. Periode kelahiran sampai meninggal

Terdiri dari beberapa fase :

a. Surat al-hajj /5 dan surat ar-rum /54 menunjukan bahwa kehidupan dunia terbagi atas tiga fase, yaitu kanak-kanak (althif )/ fase dimana kondisi seseorang masih lemah. Fase baligh dimana kondisi seseorang menjadi kuat dan dewasa.fase usia lanjut yang secara psikologis ditandai dengan kepikunan dan secara biologis ditandai dengan rambut beruban dan kondisi tubuh yang lemah.

b. Surat al-hadid/20 ada lima fase kehidupan, fase permainan (la’ib )yaitu post-natal-lima tahun, fase main-main (lahw ) 6-13 tahun, fase menghias dan mempercantik diri (ziannah ) 14-24 tahun, fase bermegah-megahan (tafakur) 25-39 tahun, memperbanyak menikmati harta dan anak , 40 – meninggal .

Dua ayat pertama lebih melihat perkembangan manusa dari sudut bagaimana seharusnya sehingga menentukan perkembangan manusia menurut ukuran mampu tidaknya menerima taqlifh ( beban kewajiban religius. Fase-fase yang dikembangkan masih global sehingga islam merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia, yaitu remaja.

Ayat ke tiga lebih melihat perkembangan manusia menurut ukuran perkembangan psikis manusia

Kesimpulan penullis yang merujuk dari beberapa hadist dan ayat terhadap tugas – tugas perkembangan :

a. Fase neonatus dimulai kelahiran – empat minggu, tugas orang tua membacakan adzan, memotong akikah memberikan nama yang baik, membiasakan hidup yang bersih suci, memberi asi sampai 2 tahun.

b. Fase kanak-kanak (althifl) satu bulan- satu tahun. Tugas perkembangan adalah, pertumbuhan potensi indra dan psikologis ( pendengaran , penglihatan dan hati nurani). Mempersiapkan diri dengan cara membiasakan diri dan melatih hidup yang baik

c. Fase tamyis , yaitu dimana fase anak dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah 7-12/13 tahun.

Tugas perkembangannya adalah , perubahan persepsi kongkrit kepada persepsi yang abstrak, pengembangan ajaran normatif agama

d. Fase baligh , yaitu usia anak telah sampai dewasa dan telah memiliki kesadaran penuh terhadap dirinya sehingga menimbulkan ksadaran penuh pada dirinya.

Tugas-tugas perkembangan pada fase ini adalah , memahami segala tuntutan allah dengan memperdalam ilmu pengetahuan, menginternalisasikan internal dan ilmu pengetahuan dalam tingkalakunyata, memiliki kesediaan untuk mempertanggungjawabkan apa yang dibuat, membentengi diri dari segala maksiat

e. Fase kaerifan dan kebijakan , dimana seseorang telah memiliki tingkat kesadaran dan kecerdasan emosional, moral, spiritual dan agama ssecara mendalam.

Tugas tugas perembangan fase ini, transinternallisasi ssifat – sifat rasul yang agung , meningkatkan kesadaran akan peran sosial dengan niat amal shaleh, meningkatkan ketakwaan kepada allah, mempersiapkan diri sebaik mungkin.

f. Fase kematian , dimana nyawa telah hilang dari jasad manusia. Tugas-tugas perkembanan pada fase ini adalah , memberikan wasiat kepada keluarga apabila ada masalah yangperlu diselesaikan, tidak mengingat apapun kecuali dzikir kepada allah, mendengarkan talqin yang dibacakan oleh kelurga dan kemudian menirukan, bagi yang hidup diwajibkanuntuk mmandikan, memberi kain kafan, menshalati dan menguburkan

Alam akhirat mulai dari kematian manusia sampai datangnya hari kiamat, yaitu hari dimana manusia memperoleh balasan atas perbuatan di dunia . alam ini memiliki beberapa periode :

a. Periode peniupan sangkakala dan kebangkitan (yaumul ba’ats )

b. Periode dikumpulkan dipadang mahsyar (yaumul mahsyar )

c. Periode panghitungan amal dengan timbangan ( yaumul mizan )

d. Periode melewati titian ( shirath )

e. Periode masuk syurga dan neraka

Neraka adalah akumulasi dari segala kesengsaraan yang diakibatkan oleh dosa atau maksiat . Syurga adalah akumulasi dari segala kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh orng yang beiman , beramal sholeh dan bertaqwa pada allah.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan

a. Aliran natifisme adalah satu aliran yang menitik beratkan peranan sifat bawaan keturunan sebagai penentu sebagai penentu tingkah laku seseorang.

b. Aliran empirisme adalah aliran yang menitik beratkan pandangan pada peranan lingkungan sebagai penentu perkembangan tingkah laku manusia

c. Aliran konfergensi adalah alliran yang menggabungkan dua aliran di atas bahwa faktor keturunan dan faktor lingkuangan memiliki peranan dalam proses tingkah laku, maksudnya tidak akan berkembang secara wajar tingkah laku manusia kalau tidak ada rangsangan dari keduanya